Senin, 06 Mei 2013

Segelumit



“Pahlawan” Kita semestinya berbuat untuk mereka yang tak “sepantasnya”
Ketika dia bekerja dengan penuh tanggung jawab. sejenak melemaskan otot otot yang lelah,mengirup harumnya kopi disiang hari bersama segumpal harapan menempel diangan angan. Selaput wajah tampak berkeringat penuh debu yang lembut terurai. Ditekuknya kedua kaki bersandar dalam gerbang hijau megah tak seperti biasa dirasakan. Banyak cerita dibalik senyuman itu, andai aku menjadi…bajuku lebih bermanfaat guna meresap setetes keringat hangat dipundak. Begitu kah lamanya waktu jika memang sebuah bacaan sedikit tapi membosankan dan ataukah sebuah komitmen tanpa batas sewaktu harus saling bahu membahu di temani sekerumunan masa yang Nampak gembira dengan sahabat-sahabat membuat kelompok satu di timur penuh lelucon aneh. Tampak kuda besi berseragam namun beda jahitan yang menghiasi butiran butiran alur desain. Sedikit rapi sebelah kanan tengah pojok tapi tidaklah untuk sebuah keterlambatan.

Sedikit lambat jarum jam itu berotasi mengintari pusaran angin yang tak begitu bersahabat. Hipnotisku tak kan mempan untuk sebuah robot tak bernyawa dimana dia selalu menjadi pusat perhatian. Bersenandung merubah suasana sejuk di senja gurun bersiap untuk mulai mencari bagian kontruksi yang siap ditempel dalam campuran pasir. Mulai tersenyum diiring sedikit kata “bissmillah”. Semoga bermanfaat untuk semua meskipun mereka hanyalah sering berpangku tangan menyaksikan televise di balik layar yang nyata. Inilah hidup yang dimakan adalah yang dicari tapi bukan yang kita makan adalah yang mencari kita dan bukanlah mencari apa yang ada banyak di negeri ini tapi mencari apa yang dicari pemimpin negeri.

Kurasa sudah cukup untuk hari ini. Lain waktu akan ada untuk bertemu dengan kotak-kotak penuh arti, sumber daya alam penuh mutiara, sumber daya manusia penuh tantangan dan penuh energy. Saatnya merubah status dalam jejaring social,tapi tidak sekarang. kenapa? tidaklah kalian tahu bahwa untuk memulai melakukan sesuatu harus dengan upaya yang begitu jernih dari pikiran kita serta sesuap nasi untuk menutup pori-pori yang sudah melebar dari tadi pagi. Coba kita Tanya mereka di jejaring lain, mungkin banyak status yang terpampang dalam beranda atau lemparan dari dinding ke dinding. Ini sudah cahaya buatan.semakin enak bukan? Memang, rumputku lebih asik dari tetangga. Rumputmu itu hasil karyamu sendiri, mereka Nampak terpesona sedikit senyum menyapa. Apakah kalian tahu? Yang duduk disana itu lebih pantas untuk di introgasi! Lihatlah para raja-raja yang seenak enaknya duduk didepan pintu masuk sedangkan prajurit dibekali tongkat bambu suruh jadi patung. Ukiran sangat bagus layaknya tugu pancoran diseberang istana.
Oops…..hampir lupa update status… what’s on your mind? Lihatlah dijalan tanda “plus”. cepat lari keseberang selagi angka masih merah, banyak pasien yang harus kita tolong. Sedikit demi sedikit tak juga menjadi bukit. Janganlah bersinetron karena itu tak kan  mampu memotivasi kalian yang ada hanyalah menambah ketegangan suasana hati saja. Mereka itu sudah mempunyai sutradara yang lebih tahu alur cerita. Ganti topic aja! mengetuk sebuah pintu rumah amal, koin keberuntungan dia dapat dari balik kaca kaca hitam mulus hampir tak tersentuh, rasanya malu ingin menyentuh. It’s my life,it’s now or never….suaranya sungguh merdu nak….maukah kamu menjadi penyanyi? Biarlah kami disini saja karena ini sudah kehidupan kami.  Maukah kamu menjadi penyanyi? Yang benar saja….kapan kalimat itu terlempar kesini? Apakah kalian lihat tumpukan jerami disana?...masih banyak jarum yang belum ditemukan. Bagaimana jalan pikiran kalian ini, mereka ini diperlukan oleh sebuah konveksi maka tak selayaknya harus berada  dalam tumpukan jerami busuk. Alhamdulillah yah,,masih bisa makan.
Kereta itu sudah berangkat. Jam berapa sekarang? Terlintas dihadapan mereka hanyalah plastic hitam beterbangan dihantam angin mobil. Nampaknya sudah tenang untuk memejamkan mata. Biarlah esok alarm  bangunan itu yang biasa membangunkan. udara yang selalu menemani tidur berbantal sebelah tangan dengan benda pelangi yang akrab menempel ditelapak kaki. Seperti itulah bunga mimpi yang selalu ada dalam dekapan biarlah terasa dingin diluar namun mimpi kan selalu menjadi api unggun dalam perkemahan. Pahlawan kami, lihat disana masih banyak menu menu masakan yang siap untuk disantap. Datanglah dengan teman temanmu, bawa mereka semua, pamerkan kepada raja kalian bahwa kita juga bisa menikmati kehidupan di istana.

~Meeghan T.

Ketika kamu menang melawan tantangan , jalanilah hidupmu seolah-olah kamu sudah biasa dengan kemenangan. Ketika kamu kalah, jalanilah hidupmu seakan-akan kamu merasa senang untuk mengubahnya. (Golnik eric)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar