“Pahlawan” Kita semestinya berbuat untuk
mereka yang tak “sepantasnya”
Ketika
dia bekerja dengan penuh tanggung jawab. sejenak melemaskan otot otot yang
lelah,mengirup harumnya kopi disiang hari bersama segumpal harapan menempel
diangan angan. Selaput wajah tampak berkeringat penuh debu yang lembut terurai.
Ditekuknya kedua kaki bersandar dalam gerbang hijau megah tak seperti biasa
dirasakan. Banyak cerita dibalik senyuman itu, andai aku menjadi…bajuku lebih
bermanfaat guna meresap setetes keringat hangat dipundak. Begitu kah lamanya
waktu jika memang sebuah bacaan sedikit tapi membosankan dan ataukah sebuah
komitmen tanpa batas sewaktu harus saling bahu membahu di temani sekerumunan
masa yang Nampak gembira dengan sahabat-sahabat membuat kelompok satu di timur
penuh lelucon aneh. Tampak kuda besi berseragam namun beda jahitan yang
menghiasi butiran butiran alur desain. Sedikit rapi sebelah kanan tengah pojok
tapi tidaklah untuk sebuah keterlambatan.
Sedikit
lambat jarum jam itu berotasi mengintari pusaran angin yang tak begitu
bersahabat. Hipnotisku tak kan mempan untuk sebuah robot tak bernyawa dimana
dia selalu menjadi pusat perhatian. Bersenandung merubah suasana sejuk di senja
gurun bersiap untuk mulai mencari bagian kontruksi yang siap ditempel dalam campuran
pasir. Mulai tersenyum diiring sedikit kata “bissmillah”. Semoga bermanfaat
untuk semua meskipun mereka hanyalah sering berpangku tangan menyaksikan
televise di balik layar yang nyata. Inilah hidup yang dimakan adalah yang
dicari tapi bukan yang kita makan adalah yang mencari kita dan bukanlah mencari
apa yang ada banyak di negeri ini tapi mencari apa yang dicari pemimpin negeri.
Kurasa
sudah cukup untuk hari ini. Lain waktu akan ada untuk bertemu dengan
kotak-kotak penuh arti, sumber daya alam penuh mutiara, sumber daya manusia
penuh tantangan dan penuh energy. Saatnya merubah status dalam jejaring
social,tapi tidak sekarang. kenapa? tidaklah kalian tahu bahwa untuk memulai
melakukan sesuatu harus dengan upaya yang begitu jernih dari pikiran kita serta
sesuap nasi untuk menutup pori-pori yang sudah melebar dari tadi pagi. Coba
kita Tanya mereka di jejaring lain, mungkin banyak status yang terpampang dalam
beranda atau lemparan dari dinding ke dinding. Ini sudah cahaya buatan.semakin
enak bukan? Memang, rumputku lebih asik dari tetangga. Rumputmu itu hasil
karyamu sendiri, mereka Nampak terpesona sedikit senyum menyapa. Apakah kalian
tahu? Yang duduk disana itu lebih pantas untuk di introgasi! Lihatlah para
raja-raja yang seenak enaknya duduk didepan pintu masuk sedangkan prajurit
dibekali tongkat bambu suruh jadi patung. Ukiran sangat bagus layaknya tugu
pancoran diseberang istana.
Oops…..hampir
lupa update status… what’s on your mind? Lihatlah dijalan tanda “plus”. cepat
lari keseberang selagi angka masih merah, banyak pasien yang harus kita tolong.
Sedikit demi sedikit tak juga menjadi bukit. Janganlah bersinetron karena itu
tak kan mampu memotivasi kalian yang ada
hanyalah menambah ketegangan suasana hati saja. Mereka itu sudah mempunyai
sutradara yang lebih tahu alur cerita. Ganti topic aja! mengetuk sebuah pintu
rumah amal, koin keberuntungan dia dapat dari balik kaca kaca hitam mulus
hampir tak tersentuh, rasanya malu ingin menyentuh. It’s my life,it’s now or
never….suaranya sungguh merdu nak….maukah kamu menjadi penyanyi? Biarlah kami
disini saja karena ini sudah kehidupan kami.
Maukah kamu menjadi penyanyi? Yang benar saja….kapan kalimat itu
terlempar kesini? Apakah kalian lihat tumpukan jerami disana?...masih banyak
jarum yang belum ditemukan. Bagaimana jalan pikiran kalian ini, mereka ini
diperlukan oleh sebuah konveksi maka tak selayaknya harus berada dalam tumpukan jerami busuk. Alhamdulillah
yah,,masih bisa makan.
Kereta
itu sudah berangkat. Jam berapa sekarang? Terlintas dihadapan mereka hanyalah
plastic hitam beterbangan dihantam angin mobil. Nampaknya sudah tenang untuk
memejamkan mata. Biarlah esok alarm
bangunan itu yang biasa membangunkan. udara yang selalu menemani tidur
berbantal sebelah tangan dengan benda pelangi yang akrab menempel ditelapak
kaki. Seperti itulah bunga mimpi yang selalu ada dalam dekapan biarlah terasa
dingin diluar namun mimpi kan selalu menjadi api unggun dalam perkemahan.
Pahlawan kami, lihat disana masih banyak menu menu masakan yang siap untuk
disantap. Datanglah dengan teman temanmu, bawa mereka semua, pamerkan kepada
raja kalian bahwa kita juga bisa menikmati kehidupan di istana.
~Meeghan T.
Ketika kamu menang melawan tantangan ,
jalanilah hidupmu seolah-olah kamu sudah biasa dengan kemenangan. Ketika kamu
kalah, jalanilah hidupmu seakan-akan kamu merasa senang untuk mengubahnya.
(Golnik eric)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar